Selasa, 05 Februari 2013

SEJARAH PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMPRESI FILE



KOMPRESI FILE

Kompresi file adalah suatu cara untuk mengkodekan informasi dengan menggunakan bit yang lebih rendah yang digunakan untuk memperkecil ukuran data agar dapat disimpan dengan ruang penyimpanan yang kecil dan juga dapat mempersingkat waktu dalam transfer data.
Kompresi data merupakan cabang ilmu komputer yang bersumber dari teori informasi. Dalam tulisannyanya di tahun 1948, “A Mathematical Theory of Communication”, Claude E. Shannon merumuskan teori kompresi data. Teori informas difokuskan pada berbagai metode penyimpanan dan pemrosesan data. Dalam teori ini juga disebutkan bahwa semakin banyak redudancy data (data yang tidak berguna) semakin besar pula ukuran penyimpanan data tersebut. Oleh sebab itu, untuk mengurangi redudancy data, maka dibuatlah teori informasi tentang kompresi data (kompresi file).
Tenik kompresi  file dibedakan menjadi dua, yaitu lossy data-compression dan lossless data-compression.
1. Lossy Data-Compression
Teknik ini bisa menyebabkan data yang telah dikompresi berubah atau berbeda          dari data yang sebelumnya. Teknik ini sangat bagus digunakan untuk proses kompresi gambar atau suara karena mempunyai derajat kompresi tinggi. Contoh: Mp3, Streaming Media, JPEG, MPEG, dan WMA.
2. Lossless Data-Compression 
Teknik ini mempunyai derajat kompresi yang rendah, tetapi dalam proses ini data yang telah dikompresi tidak berubah dibandingkan dengan data yang sebelumnya. Teknik ini sangat bagus digunakan untuk proses kompresi basis data, dokumen, database, ataupun spreadsheet. Contoh: ZIP, RAR, GZIP, dan 7-ZIP.
Secara umum kompresi file terdiri dari dua kegiatan, yaitu modeling dan coding. Proses dasar dari suatu kompresi file adalah menentukan bagian dari data (stream of symbols) dan mengubahnya menjadi bagian dari kode (stream of codes). Hasil kompresi menjadi efekti jika hasil dari stream of codes lebih kecil daripada stream of symbols.
1. Coding
Melakukan proses pengkodean dengan menggunakan ASCII dan EBDIC memberikan kelemahan mendasar jika dilihat dari paradigma kompresi file. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan menggunakan Huffman-coding yang dibuat oleh David A. Huffman dari MIT tahun 1952. Huffman-coding merupakan teknik terbaik untuk pengkodean pesan yang panjangnya tetap, tetapi hanya bisa menggunakan bilangan bulat untuk jumlah bit dari setiap kode. Pada awal era 90-an Huffman-coding dianggap teknik yang sangat rasional untuk diaplikasikan terhadap kompresi data. Setelah perkembangan prosesor yang mampu mengoperasikan bilangan pecahan, munculah algoritma coding, yang salah satunya adalah arithmatic-coding.
2. Modeling
Coding dengan menggunakan algoritma tidak akan bisa terwujud tanpa adanya model yang baik. Kompresi data lossless biasanya diimplementasikan dengan salah satu dari dua modeling, yaitu Statistical-modeling (menggunakan probabilitas kemunculan dari sebuah simbol) dan Dictionary-based modeling (menggunakan kode untuk menggantikan simbol).
Aplikasi Kompresi
   1. Algoritma Lempel-Ziv-Welch
Menggunakan teknik adaptif dan berbasiskan kamus. LZW merupakan pengembangan dari LZ77 dan LZ78 oleh Jacob Ziv dan Abraham Lempel tahun 1977 dan 1978 dan dikembangkan juga oleh Terry Welch pada 1984.
   
    2. Zip File Format
Ditemukan oleh Phil Katz untuk program PKZIP yang kemudian juga dikembangkan untuk WinZip, WinRAR, dan 7-ZIP. 
   
   




3. RAR File
    Merupakan singkatan dari Roshal Archive, ditemukan oleh Eugene Roshal                                       
    10 Maret 1972 di Rusia.



Referensi:




kompresi data multimedia

pengantar kompresi data
teori kompresi data